Hukum Islam Tentang Judi Online

Hukum Islam Tentang Judi Online dan beberapa bisnis modern praktek. Meskipun larangan perjudian sangat jelas dalam Islam definisi phrasal konkretnya tidak disediakan di salah satu sumber aslinya. Oleh karena itu para tokoh islam selama berabad-abad telah merumuskan definisi berdasarkan pemahaman mereka tentang bukti tekstual tentang perjudian. Karena definisi yang diberikan oleh para ulama masa lalu secara langsung sesuai dengan situasi tertentu.

Sangat penting untuk menganalisis definisi dan menerapkannya ke beberapa bentuk kegiatan modern yang diduga menyerupai judi online dalam satu atau lain cara.  Artikel ini akan menggunakan metode analisis isi deskriptif dengan menganalisis beberapa pandangan Islam serta ulama tentang definisi dan unsur-unsur perjudian seperti yang muncul dalam beberapa Al-Qur’an tafsir dan risalah hukum Islam.

Beberapa temuan kemudian akan diterapkan pada beberapa arus kegiatan bisnis seperti asuransi dan spekulasi di pasar saham dan komoditas. Itu penelitian menemukan bahwa beberapa dari kegiatan ini memang memiliki beberapa unsur perjudian tetapi tidak cukup untuk mengubah aktivitas ini menjadi perjudian. Selain itu, ada beberapa tindakan yang dapat dieksekusi untuk mencegah kegiatan tersebut berubah menjadi perjudian polos dan murni.

Tidak dapat disangkal bahwa perjudian dilarang keras oleh Islam. Masalah utama dalam penelitian ini meskipun adalah tidak adanya definisi phrasal yang konkret dari perjudian yang diberikan oleh dua sumber utama Hukum Islam yaitu Al-Qur’an dan hadits Nabi. Para ulama hukum Islam di masa lalu dan saat ini sepatutnya memainkan peran mereka dengan merumuskan beberapa definisi perjudian.

Namun, definisi yang dibuat oleh para ulama Islam tentang perjudian didasarkan pada pemahaman mereka tentang ayat-ayat yang berkaitan dengan perjudian dalam Al-Qur’an dan hadits serta latar belakang realitas sosial budaya pada masanya. Latar belakang ini tentu berbeda antara satu zaman dengan zaman lainnya dan mengakibatkan perbedaan cara pemahaman tentang perjudian.

Akibatnya, pemahaman tentang perjudian dalam masyarakat kontemporer juga sangat berbeda dan ini pada gilirannya mempengaruhi analisis mereka tentang posisi hukum dari beberapa kegiatan bisnis saat ini serta perspektif hukum Islam. Terlebih lagi, literatur sebelumnya ditulis tentang kegiatan bisnis modern dari sudut pandang hukum Islam tidak secara khusus meneliti keterlibatan unsur perjudian.

Berdasarkan kenyataan tersebut, penulis berpendapat bahwa ada hal yang perlu di telusuri definisi, konsep dan elemen perjudian yang dilarang oleh Islam secara konkrit dan tepat. Selain itu, ada juga kebutuhan untuk menganalisis dan menelaah keberadaan mereka dalam beberapa kegiatan bisnis kontemporer, terutama asuransi dan kegiatan spekulatif di pasar saham dan komoditas.

Perjudian dalam Al-Qur’an dan Tradisi Nabi

Dalam Al-Qur’an yang mengacu pada perjudian muncul tiga kali pada tiga waktu yang berbeda yang secara khusus berarti taruhan tidak ada dimanapun dalam Al Qur’an. Larangan perjudian dalam Al-Qur’an berlangsung secara bertahap dimulai dengan ayat 219 bab 2 diikuti oleh ayat 90 dan 91 dari bab 5. Ketika membahas kebijaksanaan larangan perjudian, seorang tafsir Al-Quran menjelaskan bahwa perjudian sangat berbahaya bagi pertumbuhan ekonomi selain mengganggu orang dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat. Dia menambahkan bahwa bertaruh kasino judi online juga memunculkan keinginan untuk berusaha menang, apalagi setelah kalah sampai semua harta akhirnya terbiasa berjudi sehingga ia dapat menelantarkan istri dan anak-anaknya.

Bagaimana Menurut Pandangan Ulama Islam tentang Judi Online?

Dalam terminologi Islam, judi online disebut dengan maysir atau qimar secara bergantian yang artinya taruhan dan pertaruhan. Seorang sarjana hukum Islam terkemuka Ibn al-‘Arab menjelaskan sifat qimar, taruhan atau judi sebagai permainan dimana masing-masing dari beberapa pemain berusaha untuk mengalahkan pesaingnya dalam tindakan atau pernyataan untuk mengambil alih harta yang disisihkan untuk pemenang.

Hal ini akan menimbulkan banyak masalah sosial dan merusak tatanan sosial ekonomi suatu masyarakat. Dalam hadits nabi,yang menyebutkan ada juga beberapa hadits yang menyebutkan larangan kegiatan tertentu yang mengandung unsur perjudian.

Ulama Islam mendefinisikan taruhan adalah mengambil satu demi satu dari pesaingnya dalam permainan” atau, “setiap pertandingan dengan syarat pemenang dari dua kontestan mendapat sesuatu dari yang kalah. Atau di mana harus ada salah satu pemain menang dan yang lain kalah. Meskipun ada perbedaan dalam kata-kata yang digunakan untuk mendefinisikannya, umumnya definisi memiliki elemen dasar yang sama dari judi online tersebut.